Memancing Aktivitas
Mei 15, 2008, 7:08 am Diarsipkan di bawah: ARTIKEL DUNIA KERJA
Berapa kali Anda merasa otak tiba-tiba kosong dan tidak tahu harus melakukan apa, yangsialnya selalu terjadi saat Anda dikejar deadline laporan yang harus diberikan pada atasan?Bukan hanya itu, Anda tidak bisa menulis apa-apa karena tidak ada bayangan apa yang harusditulis, sehingga hanya mampu menatap kertas kosong dengan perasaan tak berdaya. Ups,jangan panik dulu. Ini kukan pertanda Anda mulai pikun (dan percaya deh, Anda tidakmengidap penyakit Alzheimer yang menyerang secara mendadak). Bisa jadi, hal ini disebabkankarena Anda harus mulai menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut.Jadi bagi Anda yang mungkin saat ini sedang pusing karena terlalu sibuk, istirahat dulu sebentar dan simak artikel berikut. Siapa tahu akan membantu.
1. Lakukan pada waktu yang tepatKebanyakan orang yang telah berumur berpikir lebih jernih pada pagi hari; sedangkanmereka yang lebih muda, pada siang hari. Temukan kapan waktu Anda yang tepat, danselesaikan masalah-masalah yang memerlukan pemikiran di waktu-waktu tersebut.2. Pendidikan tinggi — namun jangan terlalu berlebihanPendidikan sekolah memiliki pengaruh besar dalam memupuk kreativitas seseorangterutama pada masa-masa akhir kuliah, namun penaruh tersebut mulai menurunsetelah lulus. Pendidikan memang sangat penting, namun hal itu tidak menjaminkesuksesan Anda di bidang tersebut (alias banyak hal-hal lain yang harus diperhatikan).3. Mengikuti nasehat Konfusiussalah satu petunjuk mengingat yang selalu digunakan oleh para ahli yang melakukanpenelitian tentang ingatan : Supaya tidak lupa bila ada hal penting, tulis di secarikkertas. Sebagaimana kata pepatah Cina, tulisan yang tintanya tidak jelas bertahan lebihlama daripada ingatan paling kuat sekalipun.4. Tampil bersemangat dengan dopingPenelitian menunjukkan kadar kafein dalam secangkir kopi dapat membantu kitaberkonsentrasi terhadap sesuatu hal dengan lebih baik. Namun bagi Anda yang rentanatau mudah terkena depresi, sebaiknya jauhkan diri dari sentuhan kopi karena akanberakibat buruk bagi sel-sel otak.5. Hubungkan hal baru dengan yang lamaDengan menghubungkan informasi atau hal-hal baru dengan apa yang telah Andaketahui, percaya deh, akan lebih mudah untuk mengingatnya kembali.6. Berlatih terusBelajar dan melatih kemampuan yang baru didapat dengan berulang-ulang akanmengubah organisasi internal otak, yang pada akhirnya akan sangat membantu dalammelakukan proses mengingat. Jadi kuncinya adalah berlatih, berlatih, dan berlatih.7. Beri kesempatan pada ide- ide baruKebanyakan dari kita memperoleh kelebihan kemampuan yang dengan cepatmenyaring fakta yang ada dan dengan cepat pula memutuskan “ya-atau-tidak”.Kreativitas memerlukan lebih banyak waktu senggang atau pendekatan yang lebihsantai — yaitu dengan memberikan ruang bagi ide- ide gila Anda.8. Pilih profesi yang menghadirkan tantangan bagi otak dan pasangan yangcerdasOrang-orang yang berkarir di bidang yang memerlukan tingkat konsentrasi ataupenggunaan intelegensi tinggi besar kemungkinannya untuk dapat mempertahankankognisinya di level tertinggi. Selain itu, menikahi seseorang yang pintar juga dapatmembantu Anda untuk terus mendapat stimulasi tingkat tinggi.9. Jangan ragu untuk mengetahui hal- hal baruKreativitas kerap diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengadaptasikan satucara penyelesaian masalah ke masalah lain yang berbeda. Banyak sekali contohkreativitas manusia yang bermula dari hal-hal kecil (namun menjadi besar), misalnyaide membuat pin untuk membuka kaleng minuman ringan yang berasal dari caraseseorang membuka kulit pisang.10. Belajar dari pengalaman Da VinciSeperti halnya Da Vinci yang terkenal dengan ide-ide revolusionernya (danmembuatnya dijuluki sebagai pelopor jaman rennaisance), tidak ada salahnyamelakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, yang tujuannya adalahuntuk merangsang stimulasi otak. Beberapa diantaranya misalnya melakukan jugglingbola atau menulis dengan tangan kiri (atau kanan bagi Anda yang kidal).11. PerhatianPernah mengalami lupa nama seseorang beberapa saat setelah Anda bertemu atauberkenalan dengannya? Masalahnya bukan pada ingatan Anda, namun lebih ke arahkonsentrasi yang tercurah saat itu. Dengan bertambahnya umur, kita harus lebih seringmengulang-ulang informasi yang baru didapat supaya masuk ke pusat penyimpanandata yang terletak di dalam otak kita.12. Mendengarkan musik klasikSeorang psiolog eksperimental menemukan sebuah bukti yang mendukung adanya“Efek Mozart” — otak yang terekspos (dalam hal ini mendengarkan) musik klasik(contohnya Mozart) akan dirangsang saedemikian rupa sehingga informasi yang kitaperoleh dapat masuk lebih cepat ke dalam otak.13. Menjaga kebugaran badanBanyak yang percaya bahwa dengan berolah raga, maka kemampuanberpikir/mengingat juga akan semakin menguat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnyakadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan ke dalam otak, sehingga merangsang sel-selotak untuk tumbuh lebih pesat. Meski penelitian belum membuktikan pandangan iniakurat, rasanya tidak ada salahnya kalau dicoba.14. Mencoba sesuatu yang baruDalam sebuah studi yang membandingkan orang-orang yang mudah mengalamiburnout dengan mereka yang dapat mempertahankan kreativitasnya, diketahui bahwakelompok yang terakhir dapat mempertahankan penampilannya karena terus berusahamenambah pengetahuannya. Jadi, siapa bilang membaca itu tidak penting?15. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda tidak fokusSaat berada dalam situasi chaos atau berisik di mana banyak hal-hal di sekitar yangmampu mengganggu konsentrasi. Seandainya harus mengerjakan sesuatu yangpenting, akan lebih baik bila Anda mampu menjauh dari lingkungan tersebut, misalnyadengan menyendiri di tempat sepi supaya lebih berkonsentrasi.Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah untuk tetap mengobarkan semangat (rasa cinta)Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan! Dalam sebuah penelitian yang dilakukanseorang psikolog Belanda terhadap master dan grandmaster catur menunjukkan bahwa tidakada perbedaan tingkat kecerdasan diantara mereka. Satu-satunya yang membedakan adalah :para grandmaster menyukai dan menghayati permainan catur. Ini menunjukkan bahwasemangat seseorang adalah pemicu yang paling baik bagi kreativitas. Coba saja kalau tidakpercaya!
Berhasil dan Gagal
Never stop learning! You will succeed....!
Rani sangat tidak puas ketika bulan ini Andi kembali menjadi juara pertama lagi. Masalahnya dulu mereka diterima bekerja di bagian penjualan bersama-sama. Mereka telah bekerja selama tujuh bulan. Tapi sejak empat bulan yang lalu prestasi Andi tiba-tiba meningkat.
Kini Andi telah empat bulan berturut-turut menjadi juara karena hasil penjualannya paling tinggi. Sungguh, Rani sangat kesal. Motivasinya menurun karena merasa tak mungkin mengalahkan Andi. Untuk apa bersusah payah menjual kalau selalu Andi yang menang? Ia kehilangan harapan. Ia merasa apapun yang dilakukannya pasti gagal.
Iman juga merasa kesal melihat Andi menang terus. Ia merasa gagal. Iman lalu mencari apa penyebab keberhasilan Andi. Ia ingin mempelajarinya. Ternyata Andi bisa menelepon minimal dua puluh tujuh orang perhari, sedangkan Iman hanya sempat menelepon dua belas orang. Catatan data pelanggan yang dimiliki Andi sangat lengkap. Andi tahu kapan si A pulang dari luar negeri, kapan si B tiba di kantor, dan sebagainya.
Andi selalu siap membantu setiap calon pelanggan meskipun mereka terkadang merepotkan. Rupanya Andi sangat serius dalam bekerja. Ia tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Dari hasil analisanya, Iman mencoba memperbaiki dirinya dalam bekerja. Pelan tapi pasti, prestasi Iman mulai menunjukkan peningkatan. Iman memperoleh hasil dari usahanya.
Deffi yang bekerja di perusahaan lain juga memiliki prestasi penjualan yang bagus. Ia hampir selalu mencapai hasil tertinggi setiap bulan.
Anehnya rekan-rekan kerjanya kurang menyukainya. Selidik punya selidik, rupanya mereka melihat atasannya sangat menyukai Deffi. Jelas dong, hasil penjualannya paling tinggi. Tapi semua rekan kerjanya menjadi iri hati. Ketika Deffi akan diangkat menjadi supervisor, hampir semua orang menentang. Alasannya karena mereka tidak menyukai Deffi. Tapi untunglah atasannya cukup bijaksana, ia tetap mempromosikan Deffi, tapi ia juga menasehati Deffi untuk membagikan ilmunya pada yang lain. Deffi dengan senang hati membagikan semua yang diketahuinya.
Hasil perjuangan Setahun kemudian, Deffi dan rekan-rekannya menjadi tim penjualan yang paling berprestasi di perusahaan.
Sayangnya Rani tidak dapat memetik manfaat dari keberhasilan Andi. Ia lupa bahwa keberhasilan Andi yang gemilang dibangun dari perjuangannya tiap hari yang tidak selalu mulus. Kadang-kadang gagal, kadang-kadang berhasil, kadang-kadang kesal, kadang-kadang gembira. Bagi Andi, itulah hidup. Yang penting baginya adalah tidak pernah berhenti belajar, baik dari keberhasilan maupun dari kegagalan.
Paul Galvin, pendiri Motorola, pernah mengatakan: " Jangan takut terhadap kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan". Rani lupa bahwa semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan. Begitu juga Andi dan Iman. Bedanya hanyalah, Andi dan Iman memanfaatkan kesalahan dan kegagalan itu untuk belajar menjadi lebih baik, sedangkan Rani malah iri, kesal pada diri sendiri dan berhenti berusaha.
Ketika Elvis Presley mengadakan show Opry pertamanya pada 1954, Jim Denny, manajer Grand Ole Opry berkata padanya: "Kamu takkan berhasil menjadi penyanyi...Kamu harus kembali menjadi sopir truk!" Apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu? Jim Denny bukan orang bodoh. Ia manajer Grand Ole Opry. Ia berpengalaman. Ia ahli di bidang musik. Tak mungkin ia salah menilai orang hingga separah itu.
Kemungkinan besar yang terjadi adalah penampilan Elvis Presley memang buruk pada waktu itu. Untunglah Elvis tidak putus asa. Ia terus berusaha untuk maju. Ia mencapai sukses bukan karena kebetulan, tapi karena ia terus berusaha menjadi lebih baik.
Harris ingin menjadi pemain tenis yang hebat seperti para idolanya. Setiap kali melakukan kesalahan, ia mengatakan pada dirinya bahwa hal yang sama pasti telah dialami juga oleh para bintang pemain tenis. Tak ada manusia yang sempurna. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal.
Dari setiap kesalahan pukulan, kesalahan langkah, dan sebagainya, lahirlah pengalaman yang sangat berharga. Mereka belajar dari kesalahan. Dari bulan ke bulan permainan Harris makin sempurna. Tak lama lagi ia akan maju ke tingkat Kabupaten.
Noni berjualan aksesoris rambut di sebuah plaza. Ketika ia mulai berjualan, ia memasang tulisan "Jepit Rambut. Rp10.000 dapat 7". Selama beberapa hari tulisan itu dipasang tapi tak ada orang yang tertarik untuk membelinya. Memasuki minggu ketiga ia mulai menganalisa apa yang harus dilakukannya. Ia kemudian mengganti tulisan itu menjadi "Jepit Rambut. Rp10.000 dapat 3". Betul! Segera ia memperoleh banyak pembeli.
Rupanya orang kurang tertarik mendapat tujuh jepit rambut karena terasa terlalu banyak. Untuk apa membeli tujuh buah jepit rambut? Tapi untuk membeli tiga buah jepit rambut, rupanya banyak orang merasa masih mau.
Noni belajar dari kesalahan dan kegagalannya sendiri. Iman belajar dari kegagalannya sendiri dan keberhasilan orang lain. Keduanya memanfaatkan kesalahan dan kegagalan untuk mencapai keberhasilan.
Pemimpin Yang Berprinsip
Ditulis oleh Stephen R. Covey
Dalam situasi bisnis sekarang ini tampaknya mudah sekali orang membenarkan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, "bisnis adalah bisnis", sedangkan "etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan". Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yang tampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan. Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan. Mengapa demikian?
Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly Effective People", dalam bukunya yang lain "Principle Centered Leadership", hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan, kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda.
Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.
Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu. Ada delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
1--Mereka terus belajar. Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2--Mereka berorientasi pada pelayanan. Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
3--Mereka memancarkan energi positif. Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
4--Mereka mempercayai orang lain. Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5--Mereka hidup seimbang. Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
6--Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan. Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
7--Mereka sinergistik. Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
8--Mereka berlatih untuk memperbarui diri. Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
(Stephen R. Covey, Principle Centered Leadership)
Stop Persaingan di Tempat Kerja
Bagi Anda yang telah bekerja tentu lebih memahami persaingan yang terjadi di tempat kerja. Menjadi yang terbaik di mata pimpinan adalah faktor mutlak yang diperlukan untuk karier seseorang.
Saat ini persaingan dikonotasikan hal yang negatif dan perlu dihindari. Namun, persaingan tidak sesederhana itu. Bersaing dapat dilihat dari dua sisi, sempit dan luas. Bersaing dalam arti sempittentu membuat seseorang merasa terancam dan mengganggap saingannya sebagai musuh dalam berbagai hal. Persaingan dalam arti luas tentu lebih mengedepankan jiwa bersaing dalam diri seseorang yang diikuti dengan meningkatnya kualitas kerja seseorang.
Persaingan yang didasari kebencian atau dalam arti sempit tentu tidak akan membuahkan hal yang positif. Anda mungkin memenangkan persaingan, namun hal tersebut tanpa disadari akan memunculkan sifat egois dan sombong. Jika kalah Anda pun tentu menderita dan muncul kedengkian. Lalu harus bagaimana memposisikan persaingan di tempat kerja?
1. Posisikan rekan kerja sebagai sparing partner
Bersaing dengan orang lain hanya boleh dilakukan dalam konteks menjadikan orang lain sebagai "sparing partner", bukan lawan sesungguhnya. Dalam olahraga, sparing partner adalah orang yangmembantu seseorang untuk meningkatkan prestasinya. Begitu pula dalam hidup, menjadikan orang lain sebagai sparing partner dalam bersaing berarti menjadikan orang lain sebagai mitra dalam meningkatkan kualitas seseorang.
Lalu jika rekan kerja Anda bukan pesaing, siapa pesaing sesungguhnya? Pesaing sesungguhnya adalah diri Anda sendiri. Karena sesungguhnya keberhasilan dan kegagalan kita disebabkan oleh dirisendiri, bukan orang lain. Karena itu, pesaing Anda dalam meraih kesuksesan adalah diri Anda sendiri, bukan orang lain. Anda melawan diri sendiri untuk menang dalam perlombaan meningkatkan kualitasdiri. Ukuran kemenangannya adalah ketika Anda berhasil meningkatkan kualitas diri lebih baik dari hari kemarin.
2. Bersikap sportif
Apa pun yang Anda raih harus dihargai. Tidak ada kata kalah bagi Anda karena kekalahan yang sesungguhnya adalah keputusasaan Anda. Sportif tidak akan ada dalam diri Anda jika tanpa adanya sebuah kata "bijaksana". Anda harus memandang hasil yang diraih dari kacamata yang positif. Introspeksi diri menjadi salah satu tanda bahwa Anda bijaksana dalam menyikapi segala sesuatunya. Milikilah mental bersaing dengan diri sendiri. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan Anda. Lawan Andasesungguhnya bukan orang lain, tapi diri sendiri. "Perang" yang perlu Anda lakukan adalah "perang" melawan diri sendiri bukan "perang" melawan orang lain.
3. Kerja keras
Persaingan tidak akan berarti tanpa adanya kerja keras dari Anda. Tunjukkan Anda mempunyai kualitas dan kemampuan dalam profesi yang Anda tekuni.
Ada tiga hal penting yang harus Anda perhatikan dalam pekerjaan : a.. Pertama, terapkan Manajemen Waktu dalam bekerja dengan membiasakan tahapan persiapan. b.. Kedua, usahakan semua tugas selesai pada waktunya, jika perlu buatlah jadwal yang akan membimbing Anda dalam bekerja. c.. Dan yang ketiga, perluas pengaruh Anda di tempat kerja dengan memperbanyak relasi dan mencari informasi yang ditujukan untuk pengembangan karier Anda.
Nah, jika Anda termasuk orang yang memperhatikan karier kerja, tiga prinsip mental tersebut tentu patut diperhatikan. Faktor penghambat seperti kebiasaan sering mengeluh harus dibuang jauh-jauh.
Patuh Atau Komit?
Anda mungkin telah bekerja baik. But wait, alasannya karena komitmen atau hanya patuh pada atasan? Coba jawab pertanyaan di bawah ini.
1. Ketika Anda disodori pekerjaan, apa yang Anda lakukan?a. Langsung menuju meja kerja untuk mengerjakan.b. Diilihat-lihat dulu, kalau ada yang kurang sreg ditanyakan lagi.
2. Saat rapat biasanya Anda...a. Sibuk mencatat biar tahu apa yang harus dikerjakan.b. Mengeluarkan pendapat atau melempar ide.
3. Apa yang membuat Anda bertahan di tempat kerja?a. Mau ke mana lagi? Cari kerja susah.b. Pekerjaannya menyenangkan.
4. Bagi Anda, tugas dari atasan adalah...a. Kesempatan untuk mengasah kemampuan.b. Kewajiban yang harus segera diselesaikan.
5. Apa yang membuat Anda bete di kantor?a. Tidak ada kesempatan mengerjakan pekerjaan yang lebih menantang.b. Pekerjaan menumpuk dan deadline enggak masuk akal.
6. Apa motivasi Anda dalam bekerja?a. Gaji besar, lingkungan yang enak, dan punya bos yang baik.b. Pekerjaan itu sendiri, dan punya kesempatan untuk mengembangkan diri.
7. Bagi Anda, atasan adalah...a. Orang yang harus Anda dengar setiap ucapannya dan turuti semua keinginannya.b. Sebagai partner kerja yang mempunya wewenang lebih.
JAWABAN ANDA MOSTLY...
A. SI PATUHAnda pekerja yang baik. Semua pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu. Sayangnya, Anda bekerja seperti robot, hanya dengan tangan dan kaki. Kurang improvisasi dan kreatif. Anda kurang menghayati pekerjaan sehingga pkerjaan seringkali Anda anggap beban. Motivasi Anda dalam bekerja biasanya karena faktor eksternal, seperti gaji besar, fasilitas, lingkungan dan sebagainya.
B. SI KOMITYap, Andalah karyawan berkomitmen. Anda mempunyai keterlibatan yang cukup dalam terhadap pekerjaan. Anda bekerja dengan pikiran dan hati. Anda penuh gagasan, tidak keberatan berbeda pendapat dengan atasan demi kemajuan bersama. Anda termotivasi bukan oleh faktor eksternal melainkan faktor internal. Sumber motivasinya dari dalam diri Anda sendiri.Ika
Bergaul di Lingkungan Kerja
Pergaulan di lingkungan kerja memang berbeda dengan pergaulan di luar lingkungan kerja. Pergaulan di luar kantor umumnya tidak bersifat formil. Karena anda tidak terikat dengan peraturan-peraturan dan prosedur baku. Sedangkan di kantor atau perusahaan, pergaulan lebih bersifat resmi. Apalagi di kantor ada tingkatan jabatan, mulai level terendah sampai level pimpinan.
Sehingga ada peraturan tak tertulis mengenai cara bergaul dengan masing-masing tingkatan. Tentu saja bergaul dengan bos berbeda bila dibanding bergaul dengan rekan sejawat. Begitu pula bergaul dengan bawahan. Terlebih di perusahaan yang sangat birokratis, seperti di pemerintahan, tata cara pergaulan menjadi sangat penting di banding pergaulan di lingkungan perusahaan yang lebih mementingkan kreativitas.
Tetapi nggak perlu bingung. Dimanapun anda berada, anda memang dituntut untuk pandai bergaul. Karena kepiawaian anda bergaul juga merupakan salah satu hal yang mendukung kesuksesan karir anda. Dalam hal ini di lingkungan kerja, anda tidak bisa bersikap sama rata terhadap semua orang. Cara anda menjalin hubungan dengan dengan setiap rekan di kantor sangat bergantung dari konsep diri anda di dalam lingkungan.
Tempatkan diri anda sesuai dengan posisi anda. Tentu saja terhadap bos anda harus memiliki sikap hormat dan respek. Tetapi bukan berarti anda tidak menghormati rekan selevel dengan anda. Karena pada intinya, kunci dalam pergaulan adalah saling menghormati dan menghargai. Sedangkan kepada level di bawah anda, anda juga tidak mesti minta dihormati. Jika anda bisa menghargai dan menghormati orang lain, apapun pangkat dan jabatannya, otomatis orangpun akan menaruh hormat pada anda.
Hanya saja anda bisa lebih santai jika bergaul dan bicara kepada rekan sejawat jika dibanding dengan bos. Terhadap bos atau orang-orang yang lebih tinggi tingkatannya dari anda, anda harus lebih menjaga tata krama dan kaidah yang berlaku, seperti cara bicara dan bertegur sapa. Sedangkan kepada bawahan, anda harus lebih menjaga wibawa tanpa kehilangan sikap familiar anda.
Semakin mampu anda menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, maka semakin mudah pula anda memenuhi tuntutan pergaulan dalam level manapun. Anda akan lebih rileks dalam menjalin hubungan dengan orang-orang di lingkungan kantor anda. Tentu saja ini menguntungkan anda bukan? Selain anda tidak kesulitan bergaul, anda pun memiliki banyak teman. Sehingga anda tidak akan merasa asing di lingkungan kerja anda sendiri. Dampaknya anda akan lebih 'enjoy' bekerja dan lebih bersemangat merintis karir.
4 Tips Kerja Tanpa Stres
Anda merasa stress dalam bekerja ? Jangan anda bawa pikiran stress anda terus menerus. Disini kami akan berikan Tips mudah agar Kerja Tanpa Stress
1. Meja kerja bersih Meja kerja yang bersih dari kertas kerja akan sangat membantu anda untuk lebih fokus pada apa yang sedang dikerjakan. Pekerjaan akan cepat selesai karena pandangan tidak terganggu dengan tumpukan kertas di atas meja.
2. Bekerja dengan prioritas Yup, SEMUA pekerjaan memang penting untuk diselesaikan secepatnya. Tapi, kita harus bisa membedakan mana yang mendesak untuk diselesaikan, mana yang bisa sedikit ditunda. Bekerjalah dengan prioritas! Dan beban pikiran pun akan jauh berkurang.
3. Segera ambil keputusan Semakin cepat anda mengambil keputusan dalam menghadapi masalah, semakin cepat pula masalah anda akan terselesaikan. And, guess what? Anda tidak perlu lagi berlama-lama stress memikirkan masalah itu. Bukan pekerjaan yang gampang, tapi harus dilakukan secepatnya supaya tidak berlarut-larut. SEMANGAT!!
4. Delegasikan pekerjaan Tidak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala pekerjaan tanpa bantuan orang lain. So, biasakan untuk mulai membagi beban kerja dengan orang lain di tim kerja anda. Stress berkurang dan anda pun akan punya lebih banyak waktu luang untuk aktivitas lainnya. Masih juga stress? Mungkinkah karena anda tak punya pilihan lain dan merasa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang sama sekali bukan minat anda? Atau, lebih parah lagi... Anda merasa diperlakukan seperti sapi perah yang hanya menghasilkan keuntungan buat boss anda?
Kalau begitu, sudah saatnya anda bergerak maju dan bebaskan diri anda dari stress! Caranya? Cari peluang bisnis sampingan yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan bertambahnya penghasilan,anda akan punya lebih banyak pilihan dan otomatis stress pun jauh dari pikiran anda.
10 Sikap Pemacu Karier
Mengapa sebagian orang dapat dengan mudah mencapai posisi teratas di suatu perusahaan, sementara sebagian lagi sulit untuk mendapatkan promosi? Apakah kecerdasan, bakat, serta kekuasaan orang-orang tertentu mudah melesat? Tidak juga. Sikap ternyata lebih berperan. Ikuti sepuluh sikap positif ini, dan yakinlah karier Anda melesat maju.
1. Nasib saya tergantung dari diri saya.Bila Anda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu datangnya mukjizat, maka Anda akan menunggu lama sekali, malah barangkali sia-sia. Seseorang yang sukses selalu melakukan sesuatu, secara baik dan tepat, untuk mewujudkan keinginannya. Anda sebaiknya bergerak dan melakukan sesuatu, cari cara yang baik dan tepat, jangan hanya menunggu. Anda pasti akan berhasil dan berhak untuk mewujudkan impian.
2. Segala sesuatu mungkin saja terjadi.Anda berpikir tidak mungkin menjadi wakil direktur. Jika demikian, maka Anda memang tidak akan pernah menduduki posisi tersebut. Ingat, jika Anda berpikir tidak bisa, maka Anda tidak akan pernah bisa. Tetapi bila berpikir Anda bisa, maka Anda pasti bisa.
3. Pekerjaan apa pun harus dilakukan dengan baik.Anda tidak pernah tahu saat Anda diperhatikan atau dinilai. Bila Anda terbiasa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, maka Anda tidak mendapatkan kesulitan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar. Jangan lupa, apa pun yang Anda lakukan, pasti diperhatikan oleh atasan.
4. Menganggap penting setiap orang.Bila Anda ingin bersikap agresif, Anda pun perlu bersikap baik dengan rekan sekerja serta orang-orang yang berada di sekeliling. Anda keliru kalau menganggap tidak perlu menjalin hubungan baik dengan sekretaris atasan. Bersikaplah sopan dan ramah terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Soalnya, kita tidak pernah tahu, sikap baik itu mungkin memegang peranan penting bagi masa depan Anda.
5. Tidak terpaku pada latar belakang pendidikan.Bila selalu merasa bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka Anda akan menghasilkan pretasi yang buruk. Mungkin pekerjaan yang Anda lakukan tidak terlalu cocok bagi Anda, tetapi seorang profesional yang sukses melakukan tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya tanpa peduli di mana mereka berada.
6. Memiliki jejaring yang kuat.Pegawai yang sukses memahami dengan baik pentingnya suatu jaringan, baik di dalam maupun di luar kantor. Anda perlu bersikap proaktif untuk mengembangkan hubungan profesional. Ajak dan undang rekan sekerja untuk makan siang di luar. Sesekali, pergilah ke kafe sehabis jam kerja. Bergabunglah dengan yayasan profesional. Kembangkan jaringan profesional demi masa depan Anda.
7. Tidak terpaku pada jam kerja.Karena Anda bertanggung jawab atas nasib Anda, maka sudah menjadi kewajiban untuk terus mencari jalan dalam memperbaiki profesionalisme Anda. Bersikap sukarela dalam melakukan pekerjaan tambahan, berminat belajar sesuatu yang baru, serta bersedia pulang terlambat untuk membantu sesama rekan sekerja. Pekerja yang sukses tidak hanya bekerja terpaku pada jam kerja, tetapi juga bersedia melakukan lebih agar dirinya terlihat.
8. Kegagalan merupakan kunci suksesSetiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dari waktu ke waktu. Perbedaan antara orang yang sukses dan orang yang gagal adalah bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang dialami. Pegawai yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.
9. Perlihatkan kemampuan.Apakah Anda menunggu sampai seseorang melihat bakat dan kemampuan Anda? Mungkin sudah saatnya memperlihatkan kemampuan Anda. Katakan keberhasilan Anda dan apa yang telah Anda lakukan bagi perusahaan. Profesional yang sukses mengerti cara memperlihatkan keberhasilan mereka tanpa terkesan sombong.
10.Tidak pernah berhenti mencari peluang.Tentu saja ada saat di mana Anda puas dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti. Tetapi jangan lupa, profesional yang sukses selalu mencari kesempatan untuk maju dan berkembang. Pasang mata, buka telinga, dan buka wawasan untuk tantangan dan kesempatan baru. Anda tidak pernah tahu, kapan akan mendapatkan sesuatu yang dapat mengubah karier Anda menjadi lebih cemerlang.
Perbedaan Boss dan Staff
Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.Bila staff tetap pada pendapatnya,itu berarti dia keras kepala !
Bila boss berubah-ubah pendapat,itu berarti beliau flexible.Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !
Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.Bila staff bekerja lambat itu berarti dia tidak 'perform' !
Bila boss bekerja cepat,itu berarti beliau 'smart'.Bila staff bekerja cepat,itu berarti dia terburu-buru !
Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.Bila staff lambat memutuskan,itu berarti dia 'tel-mi' !
Bila boss mengambil keputusan cepat,itu berarti beliau berani mengambil keputusan.Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !
Bila boss terlalu berani ambil resiko,itu berarti beliau risk-taking.Bila staff terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono !
Bila boss tidak berani ambil resiko,itu berarti beliau 'prudent'.Bila staff tidak berani ambil resiko,itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !
Bila boss mem-by-pass prosedur,itu berarti beliau proaktif-inovatif.Bila staff mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !
Bila boss curiga terhadap mitra bisnis,itu berarti beliau waspada.Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !
Bila boss menyatakan : " Sulit " itu berarti beliau prediktif-antisipat if.Bila staff menyatakan : " Sulit "itu berarti dia pesimistik !
Bila boss menyatakan : " Mudah "itu berarti beliau optimis.Bila staff menyatakan : " Mudah "itu berarti dia meremehkan masalah !
Bila boss sering keluar kantor,itu berarti beliau rajin ke customerBila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !
Bila boss sering entertainment,itu berarti beliau rajin me-lobby customer.Bila staff sering entertainment,itu berarti dia menghamburkan anggaran !
Bila boss tidak pernah entertainment,itu berarti beliau berhemat.Bila staff tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !
Bila boss men-service atasan,itu berarti beliau me-lobby.Bila staff men-service atasan, itu berarti dia menjilat !
Bila boss sering tidak masuk,itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.Bila staff sering tidak masuk,itu berarti dia pemalas !
Bila boss minta fasilitas mewah,itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.Bila staff minta fasilitas standar, itu berarti dia banyak menuntut !
Bila boss membuat tulisan seperti ini,itu berarti beliau humoris. Bila staff membuat tulisan seperti ini,itu berarti dia : - frustasi - iri thd karir orang lain - negative thinking - provokasi - tidak tahan banting - barisan sakit hati - berpolitik di kantor - tidak produktif - tidak sesuai dengan budaya perusahaan
Boss is always right, remember that... and the LAW OF THE BOSS is : 1. THE BOSS IS ALWAYS RIGHT 2. IF THE BOSS WRONG, SEE NO 1.
6 Sikap Penghambat Promosi
Promosi didapat bukan semata karena kepintaran dan kemampuan kita dalam mengerjakan tugas. Tapi, juga didukung kebiasaan dan sikap simpatik. Nah, kebiasaan buruk apa saja yang dapat menghambat promosi?
1. Selalu terlambat, entah terlambat datang ke kantor, menghadiri rapat, atau menyelesaikan tugas.
2. Sering mengeluh, seperti mengeluhkan beban pekerjaan, bos, dan teman-teman, sampai menjelekkan bos dan manajemen perusahaan.
3. Sering lupa. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda ceroboh dan tidak menaruh minat pada pekerjaan.
4. Tidak memiliki prioritas. Misalnya meninggalkan satu pekerjaan yang belum selesai untuk mengerjakan tugas lain.
5. Kekanak-kanakan. Sikap ini membuat Anda tidak punya wibawa dan kharisma.
6. Selalu membela diri dan berkilah setiap kali bos mengkritik. Ini akan menimbulkan kesan bahwa Anda antikritik dan selalu merasa diri benar.
Kiat Sukses Negosiasi Naik Gaji
Banyak karyawan yang mengeluhkan gaji yang tak seimbang dengan tumpukan tugas-tugas yang tiap hari harus diselesaikan. Tapi biasanya mereka memilih menunggu hingga waktu penilaian kinerja (performance review) untuk bernegosiasi dengan perusahaan agar kompensasi yang diterima bisa disesuaikan dengan prestasi. Sayangnya, tak semua orang punya kemampuan negosiasi yang baik. Nah, biar si bos mengabulkan permohonan Anda, kami berikan tipsnya.
1. Buat Rincian PekerjaanLangkah pertama untuk berhasil negosiasi naik gaji adalah mengumpulkan dan memperbaharui daftar pekerjaan yang Anda emban selama ini. Sayangnya kebanyakan karyawan tidak punya jobdesk yang jelas atau kehilangan file jobdesk yang diberikan oleh bagian HRD saat pertama menempati posisi sekarang.
Bila hal itu juga menimpa Anda, segera update jobdesk Anda dengan merinci daftar tugas dan tanggung jawab yang Anda lakukan setiap hari. Anda juga bisa mencari informasi ke teman-teman seprofesi di instansi lain untuk memperkirakan 'nilai jual' kemampuan Anda saat ini di bursa kerja. Hal ini penting sebagai bekal saat akan bernegosiasi.
2. Susun Daftar PrestasiSetelah mempunyai rincian jobdesk, sekarang waktunya membuat target pencapaian untuk setiap poin pekerjaan. Beri tanda dan buat deskripsi prestasi apa saja yang sudah Anda capai selama ini. Data ini wajib Anda miliki dan perlu dibawa saat penilaian kinerja.
Jadi, saat bertemu atasan Anda tak perlu "berbusa-busa" menyebutkan prestasi apa yang telah Anda lakukan untuk perusahaan. Cukup sebutkan kontribusi Anda pada satu projek besar yang telah selesai, sehingga si bos menangkap informasi bahwa jobdesk Anda sudah berkembang luas, sehingga perlu penyesuaian tanggungjawab, jabatan, juga kompensasi.
3. Diskusikan Penilaian Kinerja AndaBiasanya setiap perusahaan memiliki waktu khusus untuk melakukan penilaian kinerja karyawannya, ada yang setahun sekali, ada yang setahun dua kali, ada juga yang tiap tiga bulan sekali.
Mendekati waktu penilaian kinerja Anda, lakukan inisiatif untuk bertemu dengan atasan. Diskusikan dengan atasan rencana-rencana Anda dalam waktu mendatang, terkait dengan performa pekerjaan. Sehingga atasan punya kesempatan untuk menilai prestasi Anda pada titik ini.
4. RealistisSebenarnya bernegosiasi soal gaji tak harus menunggu waktu penilaian kinerja. Bila Anda merasa telah banyak berkontribusi pada perusahaan, sah saja minta penyesuaian kompensasi sekarang. Syaratnya, Anda telah mengevaluasi diri secara objektif. Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah kondisi keuangan kantor.
Pengalaman wartawan senior, Andy F.Noya, berikut ini bisa dijadikan inspirasi untuk Anda. "Saat meniti karir saya selalu bekerja keras melebihi tanggung jawab yang diberikan oleh atasan. Pokoknya saya berusaha selalu berprestasi. Sehingga saya berani untuk minta naik gaji.
Bila saat negosiasi naik gaji atasan menolak mengabulkan karena alasan keuangan perusahaan tak memungkinkan, saya berusaha mengerti. Tapi bila atasan menolak padahal kita sudah berprestasi dan secara finansial sebenarnya perusahaan mampu, maka ini saatnya untuk pindah kerja."
Pemimpin Yang Melayani
Ditulis oleh Glorianet
Semakin banyak saya membaca literatur atau konsep mengenai kepemimpinan, semakin saya merasa tidak mungkin menjadi seorang pemimpin yang baik. Bayangkan, menurut berbagai ahli kepemimpinan, seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang karismatik, inspirational, transformational, innovative, motivational, memiliki kesadaran global, dan masih banyak lagi istilah-istilah canggih yang semakin menunjukkan betapa predikat "pemimpin" menjadi sangat eksklusif. Jika untuk menjadi pemimpin harus memiliki kualifikasi secanggih itu, lalu berapa banyak orang yang mampu menjadi pemimpin di masa mendatang?
Saya teringat pengalaman pada saat menyelesaikan program pascasarjana. Saat itu, saya melakukan penelitian guna mencari jawaban atas pertanyaan apakah saya dapat memprediksi gaya kepemimpinan seseorang berdasarkan personal value-nya? Suatu pertanyaan yang sederhana, namun memiliki jawaban yang membuat saya sering sakit kepala karena saya harus membaca dan memahami berbagai gaya kepemimpinan dari berbagai literatur yang semuanya berakhir pada satu kesimpulan: konsep kepemimpinan pada umumnya rumit, sulit dipahami, maupun diterapkan. Saya rasa bukan hanya saya seorang yang merasa demikian.
Buktinya? Salah seorang rekan di sebuah perusahaan besar sedang mencari lulusan terbaik dari universitas-universitas di Indonesia untuk dididik menjadi manajer atau pemimpin masa depan. Ketika saya tanya, "Kriteria manajer masa depan itu seperti apa?" Ternyata ia sendiri juga bingung. Ia mencoba mengungkapkan istilah-istilah canggih seperti disebutkan sebelumnya, tanpa mampu memberikan contoh tingkah laku konkret dari manajer masa depan khayalannya.
Saya jadi bertanya-tanya, adakah konsep kepemimpinan yang sederhana, tidak sulit untuk diterapkan, namun memiliki dampak yang langsung terlihat terhadap kinerja anak buah maupun tim kerja? Menurut saya, seorang pemimpin atau manajer yang baik adalah pemimpin yang bersedia "melayani", artinya bersedia bekerja bagi tim dan sekaligus memimpin tim tersebut. Tentu saja kita tetap harus mempertimbangkan aspek keseimbangan dalam pelayanan. Artinya, pelayanan dari manajer tidak boleh berlebihan sehingga tugas manajer tampak lebih mirip dengan tugas office boy. Bagaimanapun, peran manajer sebagai pemimpin tim tetap harus menonjol.
Lalu, agar seorang manajer dapat menjadi pemimpin yang "melayani", karakter seperti apa yang perlu ia miliki? Hal yang paling utama, tentunya manajer tersebut harus menyukai manusia sehingga ia mampu memahami hubungan antarmanusia dengan lebih baik. Dengan demikian, ia akan melihat konsep ini sebagai manifestasi dari rasa cintanya terhadap hubungan antarmanusia, bukan lagi sebagai tuntutan peran semata. Dengan bahasa sederhana, ia mampu melayani anak buah karena ia memang mau dan senang melakukannnya.
Bentuk pelayanan yang dapat diberikan oleh seorang manajer kepada anak buahnya dapat bervariasi, dari mulai aktivitas sehari-hari hingga keputusan manajemen yang lebih kompleks. Misalnya, ia akan berusaha meluangkan waktu saat anak buahnya sedang membutuhkan saran dan masukan. Atau setiap kali seorang manajer memberikan tugas kepada anak buahnya, ia tidak lupa menanyakan kegiatan anak buah saat akhir pekan karena ia tidak hanya tertarik dengan masalah pekerjaan tetapi juga kehidupan sosial anak buah (yang sering diartikan oleh sebagian orang sebagai basa-basi yang tidak perlu).
Contoh lain, misalnya ketika anak buah tidak berhasil menyelesaikan tugas sesuai harapan Anda sebagai manajer, maka Anda berusaha membesarkan hatinya dan menunjukkan cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan tugas serupa di masa mendatang.
Selain itu, ada pula bentuk pelayanan dari seorang manajer terhadap anak buahnya dalam bentuk yang lebih luas dan menyangkut kebijaksanaan perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, yang diusulkan oleh Tony Barnes berdasarkan teori Kaizen mengenai kepemimpinan (1998: hal. 85). Ia menyatakan bahwa pada dasarnya seorang manajer dapat memberikan bantuan dalam 5 bentuk sebagai berikut:
Kalau seorang karyawan tidak tahu apa yang harus dikerjakan ... beri ia penjelasan.
Kalau seorang karyawan tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya ... beri ia pelatihan.
Kalau seorang karyawan tidak ingin mengerjakannya ... beri ia motivasi.
Kalau seorang karyawan tahu apa yang harus dikerjakan, berkompetensi, dan memiliki motivasi untuk mengerjakannya ... beri ia kesempatan.
Kalau seorang karyawan sudah mengerjakannya dan memenuhi standar (bahkan melebihi) ... beri ia penghargaan.
Sudahkah Anda menjadi pemimpin yang mampu "melayani" anak buah?
Hati-hati Gosip Bisa Membunuh Karir !
Bergosip memang merupakan hiburan bagi kebanyakan orang. Bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai hobi. Namun ternyata bergosip dapat jadi bumerang yang mematikan bagi karier.Rachel Weingarten, penulis buku 'Career and Corporate Cool: How to Look, Dress and Act the Part at Every Stage of Your Career.' mengungkapkan bahwa hobi bergosip ternyata beresiko besar pada karir seseorang.
" Mungkin Anda berpikir bergosip itu tidak berbahaya, namun kenyataannya hal itu dapat mempengaruhi kredibilitas Anda," ujarnya,
Sebelum Anda memutuskan untuk bergosip, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya pikirkan efek dari gosip itu. Rachael menyebutkan beberapa konsekuensi yang akan diterima ketika Anda menjadi biang gosip.
Yang pertama, reputasi Anda menjadi buruk. Mendapat cap sebagai tukang gosip akan menjatuhkan citra anda di depan orang lain, dan akan berakibat buruk bagi perkembangan karier Anda.
Selanjutnya secara otomatis, rekan kerja Anda akan menjauh. Kepercayaan mereka terhadap Anda akan luntur. Setelah itu, ritme dan produktivitas Anda mulai terganggu. Tidak perlu waktu lama bagi atasan untuk melihat sesuatu yang salah pada diri Anda.
Lalu bagaimana cara menghindar dari kegiatan bergosip? Rachael juga menyebutkan trik-triknya. Pertama-tama, ganti kegiatan bergosip dengan pekerjaan lain. Sibukkan diri Anda dengan sesuatu yang lebih berguna, misalnya mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.
Selanjutnya jika ada teman yang bergosip, buat alarm untuk diri Anda, tentukan berapa lama harus mendengar celotehan teman Anda itu. Misalnya hanya 5 menit waktu untuk mendengarkan, setelah itu tinggalkan, kerjakan pekerjaan lain.
Selanjutnya jika Anda telah terlanjur mendengar gosip, daripada menyebarkan lagi ke orang lain, sebaiknya simpan saja untuk diri sendiri, bila perlu tulis gosip tersebut dalam buku, agar lebih lega. Jadi, masih berminat jadi tukang gosip?
Sabtu, 23 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)